Spiderwoman Indonesia jadi Bintang Film

Popularitas Spiderwoman Indonesia, Aries Susanti Rahayu kian meroket seiring prestasi yang sukses diraihnya lewat ajang olahraga panjat tebing. Sudah banyak penghargaan bergengsi yang diboyongnya pada kiprahnya sebagai atlet panjat tebing, antara lain, Asian Games di tahun 2018 lalu serta juara IFSC World Cup 2018 di Chongqing, China 2018.

Aries Susanti Rahayu main film
Lalu bagaimana sebenarnya kehidupan atlet cantik ini sebelum sukses meraih posisinya sekarang? Ternyata masa kecil Aries Susanti cukup memilukan. Dia adalah anak dari desa Grobogan, Jawa Tengah yang lahir dari latar belakang keluarga yang hidup kekurangan. Meski demikian semangatnya untuk mengharumkan nama bangsa tak surut walaupun harus mengalami kehidupan yang sulit. Sang Ibu yang merupakan mantan TKW di Arab Saudi sekarang tak perlu lagi bekerja karena diboyongnya untuk tinggal bersamanya.

Kisah perempuan dari desa Grobogan namun sanggup meraih prestasi tingkat dunia ini menarik perhatian aktris sekaligus sutradara Lola Amaria. Dia pun memfilmkan perjalanan hidup Aries Susanti dengan tajuk “6.9 Detik” di bawah rumah produksi Lola Amaria Production. Secara garis besar film ini mengisahkan tentang seorang anak perempuan kecil yang merindukan ibunya tercinta karena sang Ibu harus merantau ke negeri orang yang jauh.

Kerinduan kepada sang Ibu nyatanya mampu membuat Aries Susanti Rahayu tumbuh sebagai wanita yang tegar dan akhirnya dapat membanggakan orangtuanya. Tak tanggung-tanggung, Lola bahkan meminta Aries untuk membintangi sendiri film berjudul “6.9 Detik” tersebut.

Aries sendiri pada keterangan pers menyatakan bahwa film tersebut sebenarnya akan menggunakan aktris lain. Tapi masalahnya pihak rumah produksi tak dapat menemukan pemain film yang sanggup melakukan panjat tebing dalam waktu cepat sebagaimana gelaran pelatnas lalu. Selain itu proses reading untuk pemeran pengganti juga tidak sebentar.

Lebih lanjut Aries menjelaskan bahwa untuk mencapai keterampilan sebagaimana yang dimilikinya dibutuhkan waktu latihan yang cukup lama, bahkan sampai bertahun-tahun. Inilah sebabnya rumah produksi akhirnya memutuskan untuk mendapuk Aries sekaligus rekan-rekan sejawatnya pada eks pelatnas lalu dalam film tersebut. Dia sendiri memerankan karakter Ayu pada film yang terinspirasi kisah hidupnya tersebut.

Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia itu mengaku kalau dirinya juga merasakan kesulitan walaupun harus memerankan dirinya sendiri. Selain itu dunia acting selama ini sangat bertolak belakang dari bidang yang ditekuninya. Menurutnya bagian tersulit dari acting adalah tentang penghayatannya. Untuk menangani masalah tersebut Aries mengaku harus melakukan reading bersama tim Lola Amaria selama satu bulan.

Acting seperti orang gila
Pada proses reading Aries juga merasa seperti jadi orang gila pada perannya sebagai karakter Ayu. Bidang acting menurutnya benar-benar jauh dari bayangannya selama ini sehingga kerap membuatnya kebingungan.

Awalnya atlet berjilbab ini mengaku seperti orang gila saat membawakan karakternya pada film tersebut karena harus merasa senang sendiri, gila sendiri, dan ini membawanya pada satu kesimpulan bahwa inilah yang dinamakan acting. Meski begitu Aries mengaku merasa bahagia karena pengalaman main film juga memberi pelajaran baru untuknya.

Karena merupakan pengalaman pertama Aries mengatakan banyak pengambilan gambar yang harus sering diulang. Masalahnya adalah kurangnya penjiwaan dirinya. Selain itu dirinya juga mengaku takjub bahwa proses syuting itu ternyata harus sangat detail.

Terkait kostum olahraga yang dinilai ketat oleh banyak orang, sementara dia sendiri berjilbab, Aries menjelaskan bahwa dia dapat menyesuaikan diri.Dia juga menampik kalau dibilang kostum olahraganya terlalu ketat karena selama ini merasa nyaman mengenakannya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>